Limbah Cair, Pengertian, Jenis, Dan Karakteristiknya

Semua aktivitas manusia, kecil atau besar, selalu terkait dengan proses timbulan sampah. Sampah yang tertinggal, seperti makan, minum, mencuci, berkebun, dan berdagang. Ada banyak jenis limbah, umumnya dalam bentuk padat atau cair. Di antara jenis sampah, limbah cair diketahui menjadi salah satu kategori sampah yang perlu mendapat perhatian. Selain dilaporkan dari jumlah limbahnya, mayoritas kategori limbah cair juga tergolong limbah B3 (berbahaya dan beracun).

Setidaknya limbah cair terbawa ke perairan dari selokan ke laut lepas. Limbah cair dapat menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan. Mulai dari bau tak sedap di sekitar lingkungan hingga ancaman kematian dan punahnya biota dan fauna di perairan tersebut.

limbah cair
sumber: ub.ac.id

Pengertian dan sumber limbah cair

Secara sederhana, limbah cair atau air limbah adalah air kotor yang terbuang dari rumah, perkantoran, perdagangan, perkebunan, dan kegiatan industri, termasuk berbagai bahan kimia yang berbahaya bagi ekosistem lingkungan.

Limbah cair umumnya dapat berasal dari beberapa sumber yang disebutkan di atas. Beberapa sumber tersebut adalah:

Cairan limbah rumah tangga

Berasal dari aktivitas rumah seperti air bekas mandi, air seni, feses, pakaian dan air cucian dapur.
limbah komersial. Dihasilkan dari kegiatan perkantoran, perdagangan, restoran, hotel, tempat umum, dll. Kandungan cairan limbah ini pada dasarnya sama dengan limbah rumah tangga.

Limbah cair industri

Berasal dari kegiatan berbagai sektor industri, air limbah ini mengandung berbagai kandungan seperti amonia, lemak, garam, mineral, pewarna, nitrogen, pelarut dan logam. Ini merupakan sumber limbah cair yang tergolong paling kompleks untuk diolah.

Jenis limbah ini harus ditangani secara mandiri di semua negara atau menggunakan penyedia layanan pengolahan limbah, karena bahaya limbah cair memiliki sifat mencemari bagian kehidupan. ..

Diketahui bahwa tujuan sederhana dari pengolahan air limbah itu sendiri adalah untuk menetralkan limbah cair dari berbagai zat, baik polutan, biodegradable organics, maupun padatan tersuspensi. Tujuan lain diketahui untuk meminimalkan tingkat patogen dalam konten efluen.

Metode pengolahan limbah cair

Kebutuhan untuk mengolah limbah cair yang harus dilakukan setiap orang dan segala aktivitas yang menciptakannya menciptakan berbagai inovasi dari bidang pengolahan limbah cair. Meskipun ada berbagai inovasi, pengolahan air limbah umumnya menggunakan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), yang terdiri dari tiga proses pengolahan: proses pengolahan air limbah primer, sekunder, tersier, atau lanjutan.

Pemrosesan utama

Tahap persiapan pengolahan air limbah dilakukan untuk menghilangkan koloid, padatan tersuspensi dan minyak dengan cara filtrasi, flotasi dan pengendapan.

Pemrosesan sekunder

Setelah melalui tahap pertama, tahap kedua bertujuan untuk menghilangkan senyawa pencemar organik terlarut. Proses ini biasanya biologis.

Pemrosesan tersier (lanjutan)

Langkah terakhir dalam proses pengolahan air limbah yang dilakukan secara biologis, fisik, kimia atau kombinasi dari tiga metode dengan tujuan menghasilkan air olahan yang lebih berkualitas daripada air yang terkontaminasi.

Berdasarkan keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia. 231/MPP/Kep/7/1997 Dalam Pasal 1 tentang tata cara pemasukan limbah, limbah berasal dari suatu kegiatan atau proses produksi yang berubah fungsinya dari proses semula, kecuali yang dapat dimakan oleh manusia. bahwa mereka adalah bahan / limbah atau barang bekas. Definisi sampah menurut WHO adalah sampah yang tidak berguna, tidak terpakai, tidak disukai, atau yang dihasilkan dari aktivitas manusia dan tidak terjadi secara alami.

Pengelompokan sampah berbasis busa atau foam dapat dibagi menjadi empat kategori: limbah cair, limbah padat, limbah gas, dan limbah sehat. Artikel ini merinci masing-masing jenis limbah ini.

Limbah cair

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 tentang Pengendalian Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air menjelaskan pengertian limbah yaitu sisa-sisa usaha dan kegiatan yang berupa cairan. Pengertian lain dari limbah cair adalah limbah sisa dari proses produksi atau kegiatan domestik yang berupa cairan. Limbah cair dapat berupa air bersama dengan limbah lain yang tercampur (tersuspensi) atau terlarut dalam air. Limbah cair dapat diklasifikasikan ke dalam empat kelompok berikut.

Limbah rumah tangga, yaitu limbah cair dari rumah, gedung, perdagangan dan perkantoran. Contohnya termasuk air sabun, air deterjen yang tersisa dari cucian, dan air tinja.
Air limbah industri (industrial waste), yaitu limbah cair dari limbah industri. Contohnya antara lain sisa pencelupan kain/bahan dari industri tekstil dan sisa dari air cucian, daging, buah-buahan, atau sayur-sayuran dari industri pengolahan makanan.

Penetrasi dan luapan (penetration and inflow), yaitu limbah cair yang dihasilkan dari berbagai sumber yang masuk ke saluran pengolahan limbah cair secara infiltrasi ke dalam tanah atau luapan dari permukaan. Drainase dapat menembus saluran pembuangan melalui pipa yang rusak, rusak, atau bocor, sedangkan luapan dapat melewati bagian pipa drainase yang terbuka atau terhubung. Contohnya termasuk talang air, pendingin ruangan , bangunan perdagangan dan industri, dan air limbah dari pertanian atau perkebunan.

Stormwater , merupakan limbah cair yang dihasilkan dari aliran air hujan di permukaan bumi. Aliran air hujan di permukaan tanah dapat disebut limbah cair karena dapat terbawa melalui partikel limbah padat atau cair.

Limbah cair biasanya berasal dari pabrik yang menggunakan air dalam jumlah besar dalam sistem prosesnya. Selain itu, beberapa bahan baku mengandung air, sehingga perlu untuk membuang air selama proses pengolahan. Air yang terkandung dalam proses pengolahan kemudian dihilangkan, misalnya saat digunakan untuk mencuci bahan sebelum dilakukan pengolahan lebih lanjut. Setelah itu, air dan bahan kimia tertentu diolah dan dibuang. Semua jenis pengolahan ini adalah air limbah.

Limbah cair yang tidak diolah atau diolah dengan baik dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap pencemaran lingkungan dan dapat menimbulkan penyakit di masyarakat. Industri utama yang mengolah hasil hutan merupakan salah satu sumber limbah cair yang berbahaya bagi lingkungan. Untuk industri besar seperti industri pulp dan kertas, teknik pengolahan air limbah yang mereka hasilkan mungkin cocok, tetapi tidak untuk industri kecil dan menengah. Selain itu, limbah rumah tangga dapat berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat jika dibiarkan dalam jangka waktu yang lama, tetapi biasanya tidak terlalu diperhatikan.

Misalnya, air limbah deterjen cucian dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan penyakit masyarakat jika dibiarkan dalam waktu yang lama. Mengingat pentingnya dan besarnya dampak lingkungan dari air limbah, penting bagi sektor industri dan domestik untuk memahami dasar-dasar teknik pengolahan air limbah.

Teknologi pengolahan air limbah adalah kunci untuk perlindungan lingkungan. Apapun jenis teknologi pengolahan air limbah domestik atau teknologi pengolahan air limbah industri yang dibangun, harus dioperasikan dan dipelihara oleh masyarakat. Teknologi pengolahan yang dipilih harus sesuai dengan kemampuan teknis masyarakat yang bersangkutan. Pengolahan limbah cair dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis: pengolahan biologis, pengolahan fisik, dan pengolahan kimia.

limbah cair
sumber: coaction.id

Limbah padat

Limbah padat adalah sisa dari kegiatan industri padat atau rumah tangga. Contoh sampah padat antara lain kertas, plastik, serbuk besi, serbuk kayu dan kain. Sampah padat dapat dibagi menjadi enam kelompok berikut.

Sampah organik segar (sampah), merupakan sampah padat setengah basah berupa bahan organik yang mudah terurai atau terurai oleh mikroorganisme. Contoh: Sisa makanan, sisa dapur, sisa sayur, kulit buah.
Sampah anorganik dan organik yang tidak dapat terurai (sampah), yaitu sampah anorganik atau padat organik yang cukup kering yang sulit diuraikan oleh mikroorganisme. Contoh: Selulosa, kertas, plastik, kaca, logam.
Abu adalah limbah padat berupa abu, biasanya hasil pembakaran. Sampah ini ringan dan tidak mudah busuk, sehingga mudah terbawa angin.
Kotoran hewan mati, yaitu semua kotoran berupa bangkai hewan seperti tikus, ikan, dan hewan ternak yang mati.
Pembersihan jalan adalah limbah padat yang dihasilkan dari pembersihan jalan dan mengandung berbagai macam sampah seperti daun, kertas, dan plastik yang berserakan di sekitar jalan.
Limbah industri, yaitu semua limbah padat yang berasal dari limbah industri. Komposisi limbah ini tergantung pada industrinya.

Penanganan sampah dapat dibedakan dari penggunaan atau fungsi sampah itu sendiri. Beberapa limbah padat, seperti plastik, serat dan besi tua, dapat didaur ulang dan digunakan kembali serta memiliki nilai ekonomi, tetapi beberapa tidak dapat digunakan kembali. Sampah padat yang tidak dapat digunakan kembali biasanya dibuang, dibakar, atau dibuang begitu saja. Industri tertentu menghasilkan limbah padat dan dapat menimbulkan masalah baru terkait lokasi atau area yang luas yang diperlukan untuk menampung limbah tersebut.

limbah gas

Limbah gas adalah limbah yang menggunakan udara sebagai medianya. Udara secara alami mengandung unsur-unsur kimia seperti O2, N2, NO2, CO2 dan H2. Menambahkan lebih banyak gas daripada kandungan udara alami ke udara akan mengurangi kualitas udara. Limbah gas yang berlebihan dapat mencemari udara dan mengganggu kesehatan masyarakat. Polutan atmosfer dibagi menjadi dua bagian: partikel dan gas. Partikel adalah partikel halus yang dapat dilihat dengan mata telanjang, seperti uap air, debu, asap, kabut, dan asap. Polusi gas, di sisi lain, hanya dapat dirasakan sebagai bau (untuk gas tertentu) atau sebagai akibat langsung.

Limbah gas yang dilepaskan ke atmosfer biasanya mengandung partikel bahan padat atau cair berukuran sangat kecil dan ringan yang mengapung di dalam gas tersebut. Padatan dan cairan ini disebut partikel. Seperti halnya gas buang yang dihasilkan di pabrik, gas tersebut dapat mengeluarkan gas dalam bentuk asap, partikel dan debu. Jika hal ini tidak dapat ditangkap dengan alat, maka dengan bantuan angin akan memberikan jangkauan pencemaran yang lebih luas. Jenis dan karakteristik sampah tergantung dari sumber sampahnya.

Tabel 1 Beberapa jenis limbah gas yang umum di udara
tidak. Ketik deskripsi
1. Gas karbon monoksida (CO) tidak berwarna dan tidak berbau
2. Karbon dioksida (CO2) Gas tidak berwarna dan tidak berbau
3. Nitrogen oksida (NOx) Gas tidak berwarna dan tidak berbau
4. Sulfur oksida (SOx) Gas tidak berwarna dengan bau yang menyengat
5. Asam klorida (HCl) dalam bentuk uap
6. Gas Amoniak (NH3) tidak berwarna, berbau
7. Metana (CH4) Gas tidak berbau
8. Hidrogen fluorida (HF) gas tidak berwarna
9. Tetrasulfur nitrogen (NS) gas tidak berbau
10. Klorin (Cl2) gas tidak berbau

Sampah sehat

Limbah suara adalah limbah berupa gelombang suara yang merambat melalui udara. Limbah kebisingan dapat berasal dari mesin kendaraan, mesin pabrik, elektronik, dan sumber lainnya.

Limbah cair merupakan hasil kegiatan industri atau proses pengolahan yang berbentuk cair.

Sifat-sifat efluen dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain sifat fisik, kimia dan biologi. Yuk simak informasinya.

Karakter fisik

1. Warna

Air bersih umumnya tidak berwarna atau biasa disebut dengan “transparan”. Kegiatan untuk meningkatkan jumlah polutan di air mengubah warna limbah dari abu-abu menjadi hitam
2. Bau

Salah satu parameter subjektif dalam sifat-sifat efluen adalah bau. Bau disebabkan oleh adanya zat organik yang terurai dalam limbah dan melepaskan zat yang sangat berbahaya seperti sulfida dan amonia.
3. Total Suspend Solid (TSS)

Total Suspended Solid mengapung di air dalam bentuk semua zat padat (pasir, lumpur, tanah liat) atau komponen biologis (fitoplankton, zooplankton, bakteri, jamur, dll) atau komponen non-hayati (detritus dan partikel anorganik). Ini adalah partikel yang melakukannya.
4. Kekeruhan

Selain warna, tingkat kekeruhan pada karakteristik efluen juga menjadi parameter yang perlu diperhatikan. Kekeruhan limbah cair disebabkan oleh sisa bahan industri, protein dan alga yang ada di dalam limbah.
5. Suhu

Suhu merupakan parameter penting karena mempengaruhi reaksi kimia, kinetika, dan penggunaan air dalam kehidupan sehari-hari. Biasanya, suhu limbah cair cenderung berubah dari suhu tinggi ke suhu tinggi.
6. Jumlah padat (TS)

Limbah cair merupakan karakteristik padatan dalam air dan juga terdapat pada total padatan bahan organik dan anorganik yang larut, mengendap, atau tersuspensi dalam air.

Sifat kimia

1. Permintaan Oksigen Biokimia (BOD)

Kebutuhan oksigen biokimia adalah kadar oksigen dalam ppm atau mg/l yang biasa digunakan oleh mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik.
2. Oksigen terlarut (DO)

Oksigen Terlarut atau DO (Dissolved Oxygen) adalah jumlah oksigen terlarut dalam air yang dihasilkan dari fotosintesis dan penyerapan udara/udara.
3. Permintaan Oksigen Kimia (COD)

Chemical Oxygen Demand adalah ukuran ekuivalen oksigen dari bahan organik dan anorganik dalam sampel air yang dapat dioksidasi oleh bahan kimia pengoksidasi kuat seperti bikarbonat.
4. Amonia (NH3)

Amonia adalah senyawa dengan rumus kimia NH3. Senyawa ini biasanya ditemukan dalam bentuk gas dengan bau tajam yang khas. Kandungan amonia bebas meningkat dengan meningkatnya pH dan suhu air.

5. pH

pH adalah keasaman yang digunakan untuk menggambarkan keasaman atau tingkat kebasaan suatu larutan. Ini didefinisikan sebagai kologalisme aktivitas ion hidrogen terlarut.
6. Logam

Kadar logam dalam cairan limbah pada konsentrasi yang berlebihan dapat menjadi racun, sehingga limbah yang mengandung logam berat harus diukur dan diolah.
7. Gas metana

Gas metana dihasilkan oleh dekomposisi zat organik dalam kondisi anaerobik dalam air limbah. Gas ini dihasilkan dengan memecah lumpur di dasar kolam, tidak berdebu, tidak berwarna dan tidak mudah terbakar

8. Minyak dan lemak

Lemak dan minyak yang terkandung dalam limbah tersebut bersumber dari industri yang mengolah bahan baku yang mengandung minyak yang dipasok dengan proses klasifikasi dan perebusan. Limbah ini membentuk lapisan di permukaan air dan membentuk film.

Sifat biologis

Sifat biologis biasanya dimaksudkan untuk mengukur kualitas air, terutama air yang dikonsumsi sebagai air minum dan digunakan sebagai air bersih.
1. Virus

Virus adalah agen infeksi kecil yang menyebar di sel inang hidup. Virus ini juga ditemukan dalam air limbah.

2. Shigella Spp

Infeksi Shigella atau Shigella adalah infeksi yang terjadi pada saluran pencernaan. Infeksi ini disebabkan oleh sekelompok Shigella yang menyebar melalui kontak dengan makanan, air, atau kotoran yang terkontaminasi.

3. Salmonella

Salmonella adalah genus bakteri usus gram negatif berbentuk batang yang menyebabkan demam tifoid, demam paratifoid, dan keracunan makanan, dan umumnya ditemukan dalam air limbah.
4. Vibrio kolera

Vibrio cholerae adalah bakteri gram negatif, tipe koma, motil dengan struktur antogenik antigen H flagellar dan antigen sel somatik O, gamma proteobacterium, bakteri afinitas menengah dan kimia vegetatif organik, dan alami di lingkungan perairan. Ia memiliki habitat dan umumnya berasosiasi dengan eukariota.

5. Antraks

Bacillus subtilis, juga dikenal sebagai Bacillus subtilis, adalah bakteri katalase-positif gram positif yang ditemukan di tanah ruminansia dan manusia serta saluran pencernaan, umumnya ditemukan dalam air limbah.

6. Mycobacterium tuberculosis

Ini adalah penyebab tuberkulosis dan terutama ditemukan dalam air limbah dari sanatorium.
proses

Seperti yang telah diinformasikan sebelumnya, limbah cair harus diolah agar tidak melebihi ambang batas yang ditentukan dan tidak merusak lingkungan sekitar. Pengolahan limbah cair dilakukan dalam tiga tahap yaitu pengolahan fisik, kimia, dan biologis.

Check Also

Material Safety Data Sheet (MSDS): Simak Penjelasannya

Lembar Data Keselamatan Bahan atau Material Safety Data Sheet (LDKB) Peraturan Menteri Perindustrian No. 87/M-IND/PER/9/2009 …

Leave a Reply

Your email address will not be published.